Merekapun tergolek lemas. Wanda dan Dimas yang menonton permainan kami bertepuk tangan seperti menonton pertandingan tinju saja.Malam itu kami berempat besepakat untuk mengadakan “pesta” serupa di lain waktu. Bokep mom “Kirain gak bakal datang,” ujar Dimas kepadaku dan aku balas dengan permohonan maaf karena malam itu lalu lintas Jakarta sedang macet-macetnya. Istrikupun membalas dengan tertawa cekikikan. “Ouchh… ohhhh… honey… ohhh…”, teriak Wanda yang dengan liar menaikkan dan menurunkan tubuhnya. Istrikupun membalas dengan tertawa cekikikan. Kamipun asik menyanyikan lagu-lagu disertai dengan senda gurau dan canda tawa. Bisa disetel lagu housemusic gak?”. Tanpa terasa waktupun bergerak cepat, Jack D sudah tersisa setengah dan rokok di pak tinggal dua batang, hingga terdengar suara sang operator karaoke di speaker yang mengingatkan kami bahwa waktu 3 jam telah habis. “Andai saja aku bisa merasakan tubuh Santi,” pikirku.Kali ini Dimas melepas baju atasnya dan memelorotkan celananya hingga tersembul kontolnya yang sudah tegak dan berdiri keras.




















