Dan pak Edy bergerak ke arah pemerkosa vaginaku.“Kalau ini Pandu, kelas 2G juga”, kata pak Edy.Aku hanya bisa mengarahkan pandanganku ke arah Pandu karena mulutku tertahan oleh penis Dedi yang kokoh ini.Pandu juga sama sekali tidak tampan, malah sedikit tongos. Ingin aku berteriak pada pak Edy, aku ini kan anak murid kelasnya, mengapa dia tega memberikan aku pada anak murid kelas sebelah seperti ini?Kini pak Edy bertanya pada Pandu,“Gimana Pandu? Bokep mama kuberikan perlakuan yang sama kepada penis Dedi seperti tadi aku memperlakukan penis Pandu dan pak Edy.Dedi pun tak kuasa bertahan, ia mengerang dan melolong tak kuasa menahan nikmat. Kalau tidak ada, biarkan saya kembali ke kelas, saya kan harus mengikuti pelajaran”, kataku pelan.Pak Edy terkekeh dan menjawab,“Tentu saja saya ada perlu sama kamu Eliza”. Dedi menyambung, “Ndu, nanti loe cepetan ngecrot, gua juga mau coba memek amoy cantik ini!”. Aku memasuki ruangan pak Edy dengan perasaan kalut.“Silakan duduk Eliza”, kata pak




















