Stella diam aja.“Stella! Bokep mom Tapi Kiki malah menanggapi serius, tangannya naik menyentuh bahu Stella. Aku tersenyum bangga, namun tidak lama, karena aku langsung menjerit kecil saat kurasakan sapuan lidah di bibir vaginaku. Melihatnya, Agam langsung melucuti kaosku, dan mencupang punggungku. Sini dong!” terdengar teriakan dari dalam. Beni menyodokkan penisnya dengan pelan-pelan sebelum mulai mengg-enjotku, rasanya nikmat sekali seperti melayang. “Boleh dong, gue juga nyicip, Stell?” tanya Dio.Stella diam aja, aku juga tambah risih. Aku menjerit-jerit memohon supaya mereka berhenti, tapi sia-sia.Kulirik Stella yang sedang mendapat perlakuan sama dari Roni, Yudi, dan Kiki, bahkan Dana telah melucuti celana jins Stella dan melemparnya ke bawah kasur.Lama-kelamaan, rasa geli yang nikmat membungkus tubuhku. Rio bahkan sampai masuk ke kamar karena mendengar ribut-ribut tadi.“Gue juga mau, dong!” Yudi dan Kiki menghampiri Stella yang juga lagi dipeluk Roni, sementara Adi, Ben, dan Rio menghampiriku. Tanpa menunggu jawaban, Agam memeluk pinggangku, aku kaget, namun sebelum protes, tangan Feri




















