Tenggorokanku terasa di amplas. Bokep mom Saat itu aku benar-benar lebih mirip orang hendak piknik daripada seseorang yang sedang cemburu. aahh.. “Maaf Aya..” sahutku pelan sambil memegang pundaknya. Aku hanya mengangguk. Aku baru saja datang dari luar kota dan mendengar bahwa pacarku sedang keluar sejak 2 jam yang lalu! Tak ada perasaan dendam lagi. norak!” Ahh, peduli setan pikirku. Aku duduk di sofa ruang tamu. Nafasnya masih memburu, lalu lehernya dengan tiba-tiba kubuka T-shirtnya. Kusapukan lidahku di sana. Half done. Tak ada perasaan dendam lagi. Alkohol mempengaruhi nalarku. Aku seperti kesetanan sewaktu menjilati liang kemaluannya. Sekilas wajah Lia di bayanganku. Ah harum sekali rambutnya. Kupermainkan karpet. Lalu sambil terus mengulum lidahnya kudorong perlahan Aya ke belakang.




















