Aku pun berdiri. Padahal baru beberapa bulan lalu aku bertemu dengannya, aku tak pernah peduli dengan seberapa sintal adik kandungku ini. Bokep mama Jangan macam-macam!!” Katanya berteriak yang membuat aku kaget. Endah akhirnya mengeluarkan cairan putih kental dari vaginanya yang langsung ku jilat dan tak ku biarkan tersisa mengingat cairan ini adalah darah dagingku sendiri.Setelah cairan tersebut habis ku jilati. Aku sudah mulai gila. Lalu aku menempelkan penisku ke bibir vagina adik kandungku yang semakin menganga setelah orgasme tadi. Aku tak punya nyali mengungkapkannya! Lalu terdengar isak tangis kecil keluar dari bibir endah. Adikku sudah amat matang untuk dinikmati. Aku berjongkok dan mulai mengendus-endus serta menjilat lubang vaginanya yang sedikit menganga. Tapi kali ini endah berbeda, dia nampak merasa ngilu sebentar karena memang ukuran penisku tapi tak lama langsung merasa nikmat.Akhirnya hasratku terpenuhi.




















