Ratih membalas dengan hisapan yang dalam di bibirku. Setelah aku bersihkan luka di wajah dan tangannya, aku oleskan salep luka. Bokep mama Tersenyum manis, bibir bawah digigit dan tangan disilangkan di dada. Satu tangan Ratih mengeluselus punggungku. Kuambil satu bantal, aku letakkan di kakinya. Tanganku meremas bongkahan pantatnya yang bulat. Dia melirikku sesaat. Lalu dengan isyarat tanganku, aku meminta lakilaki yang seorang lagi untuk menghentikan tindakannya. Setelah selesai, aku luruskan kaki dan tubuhnya. Cepatcepat, mbak kataku sambil menarik tangannya. Ke arah buah dadanya. Tubuhnnya bergerak perlahan. Rapi tertata. Wanita tersebut menjerit minta tolong.Aku terbangun, duduk dan mencari asal suara. Capek tapi nanti di taksi kan bisa tidur jawabnya cepat sambil berjalan ke arah kamar mandi.Di kamar mandi dia bersihbersih lalu keluar masih dengan tubuh telanjang. Aku cium kelopak matanya, hidungnya dan bibirnya. Aku nikmati lagi pemandangan itu. saranku. Sementara lakilaki yang ketiga hanya berdiri tapi memandangku dengan sorot mata yang menyeramkan.




















