gila.. OK!”
“OK.. Bokep mom sakit Pak..”
“Kamu ke kantor Bapak ya.. argghh.. iyahh.. Setelah puas dengan vaginaku, Pak Iwan lalu berdiri tepat di sisi tempat tidur, tubuhku diputar hingga kakiku menjuntai ke bawah, lalu batangnya diarahkan tepat pada vaginaku yang sudah basah oleh cairan putih dan kental. heh.. minumnya hanya kopi..”
“Ayah.. sshh..”
“Nov.. Nov.. Selama batang itu dihentak aku hanya bisa memejamkan mata menahan sakit yang sangat pada dinding vaginaku tapi ketika sudah masuk setengah rasanya berubah menjadi nikmat yang sangat luar biasa. Kakiku dibukanya hingga vaginaku terbuka lebar. sodok aja sama batang.. deh..” Hantaman batang ayah yang besar di dalam vaginaku membuatku sesak nafas untuk menahannya tapi rasanya sangat nikmat. aahh.. Nov.. “Nov.. belum.. gila..”
“Tidak.. saya belum selesai.”
Pintu kantor Pak Lubis kukunci lalu aku kembali ke arahnya, tapi aku tidak duduk di kursi lagi, aku duduk di atas meja kerja Pak Lubis yang Pak Lubis sedang duduk di kursinya melongo melihat tingkah lakuku.




















