Kudekatkan mukAku ke wajahnya, di mendekat, merapat, dan cup bibir kami bertemu, saling mengecup ringan, dia memiringakan wajahnya,kuusap rambutnya, kupeluk dia, lidahnya masuk ke dalam bibirku, kuhisap, saling hisap. Kami ngobrol beberapa saat, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat.“Aku pulang dulu ya Za, udah sore.”Aku berpamitan pada Reza.“Nginep sini wae, emang ga capek bolak balik? Bokep mama Lucu deh kayanya,” Aku menyambut tangannya,halus, putih, begitu pikiranku ketika pertam menyentuh tangannya.“Oooh……, Reza Lawang Sewu, nama panggungku itu”“Hahaha, ada ada aja deh, oh iya aku Jhony, panggil aja Jhon” sambil menyudahi acara jabat tangan yang lumayan lama.Setelah berbasa basi sejenak, speak speak iblis pun meluncur manis dari bibir tipis tak berdosa ini, setelah bertukar nomer telfon kita janji kalo ada kesempatan kita akan ketemu lagi.




















