Emir setuju untuk menerima Daissy besok, asal Daissy datang sendiri.Sebetulnya Daissy merasa agak curiga, tapi ya sudahlah, sudah betul-betul kepalang tanggung.Maka tidak heran Daissy ketika datang ke rumahnya dan menyatakan maksudnya, langsung Emir bertanya, “Imbalannya apa?”“Ya kamu mintanya berapa? Erick merangkul pundak Daissy ditatapnya matanya dengan pandangan yang aneh. Bokep mama Apalagi ketika alat kejantanannya yang besar dan keras itu ia lumat dengan bibir dan lidahnya.“Aduh, kamu hebat sekali, betul-betul nggak saya sangka,” katanya tulus mengaku.Ketika tiba gilirannya mengerjai Daissy, Emirpun tampil ganas, buas, dan sangat tangguh. Pipi, dagu dan lehernya sampai basah karenanya.Tapi setelah sejenak berlalu dan gairahnyapun surut, rasa malu Daissy rupanya mulai timbul lagi. Nampaknya dia sudah tidak mampu lagi untuk berpikir dengan jelas.




















