“Hahahaha”, beberapa pria yang sudah menunggu di ranjang tertawa terbahak-bahak. “Saya sakit mas…”, jawabku meminta belas kasihan. Bokep mama “Ayo ikut!”, kata seorang pria yang mengenakan kaca mata hitam dan berjas hitam, ia menyuruhku masuk. Pria yang mengambil giliran selanjutnya tertahan, ia taidak jadi memasukkan penisnya ke mulutku. Dendam Alex berasal dari masa lalu ku, perselisihannya dengan Herman, suamiku, membuat derita tanpa ujung. “Loh, tanganmu kok panas?”, tanya pria yang memegangi tanganku itu. “HOEK”, aku seperti ingin muntah, namun tidak keluar. “HOEK”, aku seperti ingin muntah, namun tidak keluar. “Saya sakit mas…”, kataku. “Wajahmu terlihat pucat”, kata Alex sambil memandangiku dari arah spion tengah.”Aku demam”, jawabku ketus. Pria yang menggenjot vaginaku sudah menarik penisnya, ia sepertinya sudah menyemprotkan sperma di vaginaku, “Asyik nih…”, katanya lalu memberikan posisinya kepada pria lain. Kemudian ia membelai rambutku yang hitam nan panjang, “Alex bilang namamu Madona ya?”, tanyanya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku.




















