Suamiku masih tetap seperti biasanya pulang dan tidur dirumahku. Aku berjalan menyusuri bibir pantai seorang diri dan tak lama kemudian aku sampai di pantai dekat villa.tampak Bang Roji masih duduk dipinggir pantai dekat Villa.Ia sengaja tak jauh dari villa sebab kuatir nanti putriku terbagun dan nangis.Apalagi katanya ia ingin menjaga villa agar tak dimasuki maling,sebab didaerah itu sering terjadi kehilangan katanya. Bokep mama Aku amat kuatir dengan perkembangan putriku ini. Yah…mungkin dia jarang lihat orang cantik seperti mama ,,,,jadi dia tuh,,masih agak kaget,,jawab suamiku sambil membelai rambutku…Ah…papa..jawabku….agak manyun.. Ia lalu duduk disampingku, diraihnya tanganku dan dibawanya kebibirnya dan diciuminya. Tak lama kemudian ia keluar kamar mandi dengan mengenakan celana pendek yang telah ia sediakan. Paginya disaat sarapan, kulihat suamiku terlihat amat gembira seakan tak terjadi suatu apapun jua. Ia tampaknya tulus memberikan bantuan tenaga dan juga mau menemani putriku yang tanpa pamrih itu. Pikiranku terus bekerja tentang keinginan Bang Roji itu. Berbagai bayangan




















