Aku menyentil-nyentil, kuputar-putar seperti mencari gelombang radio. Bokep mom Lalu dengan tenang Tina menyampirkan handuk biru yang sedari tadi menutup sebagian tubuhnya. Kugosok leher, pundak, dan kedua tangannya. Hitung-hitung Bapak sudah nolongin saya”. Handuknya menutupi bagian paha ke atas, perut hingga bagian dada, warna biru yang disangga tangan kirinya. Tambah gawat”. ”Eemmppff..”, erangnya. Aku keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di depan komputer, melanjutkan ngubek-ubek bokep. Aku kemudian berjongkok dan mulai mengecupi vaginanya. Vagina luar hanya kusentuh sedikit dengan sabun, takut perih dan iritasi nanti. Tina menatapku lagi, meminta penjelasan langkah selanjutnya. Nggak saya laporin ke Bapak sama Ibu”, Tina tahu keraguanku.”Jangan ah..nanti kalo ada yang tau bisa rame”, jawabku. Dua pucuk bunganya makin mengencang dan keras. Dalam kamar mandi hanya ada suara tetes air satu-satu serta desah, bunyi beradunya paha dan pantat dan erangan kami. ”Maaf Pak..ini sabunnya”. Tina menatapku dan kubelai rambutnya.




















