“Ngaco . Putihnya . Bokep mama .. Agar aku lebih leluasa memeriksa daerah dadanya. hah ? Periksa payudara sendiri” kataku. “Ouufff .. “Dok .. Tampaklah kedua gumpalan daging kenyal putih yang seakan sesak tertutup BH hitam yang tadi aku urut dan remas-remas. “Khawatir apa Bu “
“Tante saya kan pernah kena kangker payudara, saya khawatir .”
“Setahu saya . aku kan pria tulen yang normal. “Dokter belum mau pulang ?”
“Belum. Rapi kembali. kamu kan ditunggu suami kamu”
“Masih ada waktu kok …” katanya mulai menciumi wajahku. Aku sudah terangsang. Ini pasien terakhir. Dan Syeni kulihat senyum tipis. Tapi kamu kan bisa menolaknya? Dan tentu saja saatnya mencabut penis untuk dikeluarkan di perutnya, menjaga hal-hal yang lebih buruk lagi. Lima hari kemudian, Ny Syeni nongol lagi di tempat praktekku, juga sebagai pasien terakhir.




















