Karena kulihat Shela sepertinya sedang kelelahan dengan kedua matanya tertutup rapat, jadi timbul rasa kasihanku, lalu sambil kuseka keringat wajahnya kuciumi pipi dan bibirnya dengan lembut, tapi Shela tidak bereaksi dan tanpa kuduga di gigitnya bibirku yang sedang menciumnya seraya berkata lirih, “ooom…, nakal…, yaa, Shela baru sekali ini merasakan hal seperti tadi”, sambil mencubit punggungku. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan Shela, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Bokep mom Shela tidak segera menjawab pertanyaanku, tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku ke arah pintu kamar motel. “Oom…”, katanya seperti akan memulai bercerita, tapi lalu dia diam lagi. Beberapa saat kemudian kubimbing dia ke arah tempat tidur dan perlahan kutelentangkan Shela di tempat tidur dan kurangkulkan tangan kiriku di bahunya dan kupandangi wajahnya, sambil kukatakan, “Shela cobalah ceritakan masalahmu itu dan biar Oom bisa mengetahui permasalahanmu itu”.Shela tetap diam saja dan memejamkan matanya,




















