Setelah sekujur tubuh Dian penuh dengan luka dan bekas merah, ia pun jatuh pingsan karena kesakitan.Ketiga preman itu melirik Felia yang sedari tadi mereka ikat di kursi meja makan.“Mainan yang satu udah abis bro, mau maen yang satu lagi. Bokep mom Dian pun menjerit kesakitan. Itu sumber penghasilan saya satu2nya.”Beberapa saat setalah mengucapkan kata2 itu, saya hening. Si Kumis yang daritadi hanya menonton pun mulai tergoda untuk ikut menyiksa Dian. “Jangan bergerak lo, masih bagus kita gak perkosa! Si Hitam merekam adegan penyiksaan itu dengan kamera HPnya. Ia kemudian membuka tas si Hitam dan mengambil sebuah cambuk kulit. “Jangan bergerak lo, masih bagus kita gak perkosa! Si Kumis lalu keluar ke tokoku, lalu kembali dengan beberapa botol minuman bersoda, lengkap dengan t,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Biar bapaknya liat, apa akibatnya kalo kurang ajar sama kita!” kata si Hitam.




















