Dan tangan kiriku tetap mengelusi, memijat-pijat dan mengocoki kemaluanku. Bokep mama Yesss …, aku berhasil. Dan samar-samar kudengar mereka tertawa cekikikan saat dengan rasa malu yg amat sangat aku berlari kecil masuk ke rumah.Sejak itu aku sering dengar, saat ibu-ibu pada nge-gosip dan kebetulan aku lewat di depannya, ada saja bisik-bisik,“Ssstt.. Kemaluan indahmu. kemaluanku kontan ngaceng bingit. Kulihat dia bergeser ke kanan ataupun kekiri untuk menampakkan bahwa dia sedang bekerja. Aku akan terus bergaya membaca koran, seakan-akan aku tidak melihat bahwa dia sedang menyapu sambil setiap kali mengamati kemaluanku dalam lorong sarung itu. Hanya ngopi sambil baca dan sesekali menyaksikan si Hamidah yg pasti sedang penasaran.Aku akan buat dia tetap penasaran hingga besok sore saat dia kembali nyapu dan menyiram tanaman. Achh, sebaiknya aku mulai duduk saja ke beranda.Dengan sarungku aku naik ke bangku beranda rumahku. Aku mengambil kopi panasku yg telah disediakan istriku. Dan benar, setelah beberapa saat kutunggu Hamidah bergeser ke




















