bip…. Bokep mom Bramanto menatapku dengan tatapan yang menunjukan ketidak puasannya sepertinya dia protes padaku. Sebetulnya aku nggak suka ngomongin sesama teman. Biasalah dalam keadaan seperti ini aku tidak dapat menahan keinginan-ku untuk segera bergosip (panggilan jiwa!!…nggak salah khan?). mengapa harus teman yang telah kukenal sejak pertama kali aku kerja disini dan mulai cukup dekat dua tahun terakhir ini. “Eh nggak bu..ini baru yang kedua dan ini juga karena pak Hendra penasaran mau tahu” “Waktu yang pertama juga aku nggak sengaja pas lagi kontrol aku dengar suara kasak-kusuk..nggak taunya ibu Diana dan mbak Nina itu…” katanya tanpa melanjutkan kalimatnya. Rupanya dia baru merasakan nikmatnya mencumbui kaki wanita. Suasana ruangan kantorku yang sudah kosong ini mirip sekali dengan suasana tadi siang pada jam istirahat. Well , bagiku itu problem mereka yang penting aku tidak menginjak kepala mereka untuk menduduki jabatan ini.




















