Dia sedikit menemukan kesulitan dalam membuka bajuku, mungkin karena terlalu rumit. Aku dengan ringan bisa menceritakan semua permasalahanku, tentang kesepianku, tentang sekolahku, tentang mama dan papa tiriku. Bokep mom Hanya sampai di situ pertemuanku dengannya karena aku harus cepat menuju standku.Kesibukan Cebit yang luar biasa membuatku melupakannya, hingga tiba saat makan siang ketika pintu kantorku diketuk oleh seorang hostes yang bekerja di stand kami yang mengatakan bahwa ada seorang pria yang hendak bertemu denganku.Dengan sedikit heran aku mempersilakan masuk dan ternyata pria Indonesia tadi pagi. Dan mereka pun hanya bisa menebak-nebak sambil berbisik.Aku hanya tersenyum, sampai di depan pintu masuk salah satu dari mereka membiarkan aku masuk terlebih dahulu dan secara spontan aku mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia. Berbisik dia mengucapkan rasa cintanya kepadaku, bahwa dia mengharapkan aku pun begitu.




















