“Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Dengan keberanian di tengah keremangan, aku memeluk Ananda mendekat dan mengecup bibirnya yang ranum. Bokep mama “Kamu tahu khan, kalau di kampus banyak cowok yang menaksir kamu” terangku kemudian. Setelah melewati moment sesaat yang merupakan kejutan dariku. Sesampainya di meja Ananda, dan ngobrol sesaat, kedua orang tuanya berpamitan ingin pulang karena sudah mulai di hinggapi rasa kantuk. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Setelah kepergian Papa dan Mamanya, kembali kita melanjuntukan obrolan yang tertunda sesaat. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. Penampilannya cukup membuatku terpesona, dengan tank top warna merah di padu dengan blue jeans skirt setinggi lutut menjadikan dia juga patut untuk menjadi pusat perhatian semua cowok yang ada di cafetaria.




















