Orang keempat dan kelima menggenggam tangan kiri dan kanan Kiani dan memaksa Kiani mengocok kemaluan mereka. Bokep mama Dia tersandung dan terjatuh; pistolnya terlepas dari genggaman. Kiani pun merasakan sesuatu menempel di pintu masuk bokongnya…kepala penis si Gondrong. Kali ini nanggung, seolah tidak berniat memasukkannya. Yang lainnya mengangguk lalu pelan-pelan bergerak. Kemudian sambil membelakangi penonton, dia menumpukan kedua tangan ke bangku dan membungkuk ke depan sampai pantatnya menonjol menantang penonton. Posisi para polisi kurang bagus karena penyerang mereka ada di atas. Yang menyambut mereka adalah ruangan kosong dan gelap. Kiani menjerit-jerit selagi tubuhnya yang dikekang terguncang-guncang dan penis si Gondrong merojok saluran pembuangannya. Seberkas sinar terang menerangi panggung, menunjukkan sesosok tubuh perempuan di tengah-tengahnya. Mau teriak jelas tidak bisa karena mulutnya tersumpal celana dalam. Si Jaket Hitam memerintahkan anak buahnya melepas Kiani. Kamu cakep, badanmu bagus, dadamu gede,” si Jaket Hitam mengatakan itu sambil menyentuhkan ujung pentungan ke payudara kiri Kiani yang menyembul




















