Begitu aku bertemu Pak Bardi, dia langsung aku salami dan ku katakan, aku siap menolong. “Gini lho pa, aku lama-lama kasian liat bu Lina, dia makin lama rasanya makin tersiksa, meskipun hartanya cukup dan suaminya selalu baik terhadap dia,”
“Selanjutnya,” kataku.“Aku ingin menolong Bu Lina, papa setuju nggak,” katanya. Bokep mama Pak Bardi memang tipe orang yang gigih dalam mencari uang, sehingga meskipun hidup di perumahan tipe dipinggir Jakarta gini, tapi mobilnya mentereng. Sementara Pak Bardi perawakannya kecil dan penampilannya agak loyo. Meskipun kata-katanya muter-muter, tapi singkatnya aku diminta melakukan hubungan dengan Bu Lina. Mulanya kami dance dengan pasangan kami masing-masing. Mereka pun memangil kami mas dan mbak.




















