Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Ia tersenyum. Jav Sub Indo Aku mengurungkan niatku. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon.Aku perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Ia tersenyum. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam.Tapi belum tersentuh kepala juniorku. Dingin. Ciut. “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Ini kesempatan kedua. Baru saja aku memasang ikat pinggang, Hawin menghampiriku sambil berkata, “Telepon aku ya..!”Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat.Bau tubuhnya tercium. Sebantar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aku langsung beres-beres dan pulang.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,










