Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Bokep mama Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala. Bakkan kini aku sudah punya istri yang cantik dan seorang anak yang lucu. Entah sudah berapa kilometer aku berjalan kaki. Kalau memang bisa, kebetulan sekali”, sahutnya.Sesaat aku jadi tertegun. Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala. Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian. Dan semuanya sudah terisi oleh pembantu yang bekerja di rumah ini. Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. Dia memaksaku untuk cepat-cepat membawanya mendaki hingga ke puncak kenikmatan. “Maaf, kelihatannya kamu dan kampung..?” ujarnya bernada bertanya ingin memastikan. Selembar ijazah SMP yang kubawa dari desa, ternyata tidak ada artinya sama sekali di kota ini. Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki.




















