Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku. Bokep mama “Habis bagaimana? dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari …
tadi.Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?” pinta Anisa.Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Tiba-tiba dia memelukku lagi.“Dingin banget” katanya. Romantis sekali tempat kami itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan.




















