Tantee..” jeritku lirih.“Ssstt.. Bokep mom Entah apa lagi pikirku, aku toh sudah pasrah. aahh..!” jeritku semakin menggila.Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang amat sangat, yang ingin keluar dari dalam liang kewanitaanku, seperti mau kencing, dan aku tak kuat menahannya, namun Tante Dasha yang sepertinya sudah tahu, malahan menyedot klitorisku dengan kuatnya sehingga,“Tantee.. enak khan..?”Namun aku sudah tak mampu menjawabnya, nafasku tinggal satu-satu, aku hanya bisa mengangguk sambil tersipu malu. sekalian Sari Tante periksa beneran, mumpung gratis..”Memang kata Ibuku, dahulu Tante Dasha pernah kuliah di fakultas kedokteran namun putus di tengah jalan karena menikah.“Ayoo..” sambutku dengan senang hati.Kemudian Tante Dasha mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yang dipakainya ketika kuliah dulu.“Nah Sar, kamu buka deh bajumu, terus tiduran di ranjang,” bisik Tante Dasha.“Baik Tante,” kataku,lalu aku membuka kaosku, dan mulai hendak berbaring.Namun Tante Dasha bilang,“Lho..










