Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Bokep Asia “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Ketika hujan datang, aku membasah. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Aku langsung ingin mengutuk diri. Malam semakin larut. “Beli




















