Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar. Bokep mama “Sapto. Tanda kamu sudah dewasa”. Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar. Tapi aku sudah telanjur tidak dapat tidur. Dia tetap tenang. Kubaca bagian depannya, aku memutuskan untuk tidak tertarik membacanya. Hanya itu. “Siapa itu?”, Tak lama kemudian terdengar suaranya. “Iya Kak”, Jawabku pasrah. Aku menutup bagian depan celanaku yang basah dengan tas sekolahku. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. “Iya Kak”. Dia tak melarang. Kak Tina pasti sedang merapikan dirinya. Astaga, memang basah! Sapto! Lalu berkata, “Baiklah. Tanda kamu sudah dewasa”. Membolak-baliknya. Sapto! Kumasukkan kembali novel-novel
itu. Paginya aku takut-takut, kalau Kak Tina tahu
ada sisa sperma di dasternya. Nafsunya kurasa. Nafsunya kurasa. Tanganku pun bereaksi lebih berani, meremas pahanya yang kiri dan
kanan. Hanya aku dapat warisan dari Kak Tina. Rasanya nikmat, nikmat
sekali. Dapat kulihat
bulu-bulu yang tumbuh lebat di sana. Pengalaman yang tak pernah kudapat
sebelumnya. Tampak raut wajah Kak Tina berubah. Kak Tina tidak ada di




















