Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Tuti dan Erni pun agak malu melihat cerita-cerita itu. Bokep mom Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Tuti (baju putih) dan Erni (baju biru). Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan pihak warnet (sofa yang digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yang terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang.Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubang angin di atas pintu. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. “Saya bantu Mbak,” kataku.“Oh, nggak usah repot-repot..” jawabnya.










