Aku jadi semakin sering menelepon Enni (kekasih pertamaku) walau hanya sekedar menceritakan betapa aku merasa sangat sendirian. Bokep mama “Ssshh.. Tapi, yah terkadang perasaan tak dapat selalu ditipu, bukan?Suatu hari aku (karena menganggur sekali) menghabiskan waktu luangku di toko buku Gramedia, di jalan Kertajaya, sekedar membaca-baca buku. Ah, aku sendiri heran, mengapa perpisahan yang kali ini membuatku sedikit sakit hati. umm.. pikirku saat itu. “Aku sebenarnya juga mau.”
Wah, ini luar biasa, pikirku. Ahh.. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. Sori deh..” nada suara ketakutan terdengar dari seberang. gimana sih.. ahh.. “Ah? Sampai di sini aku terdiam, memandangnya tanpa berkedip, lalu kami berdua tertawa terbahak-bahak, antara sedih, kerinduan, dan kasih sayang tulus seorang teman sejati.Masih kuingat, sebelum kuturunkan kembali ia di Gramedia (karena Dita akan menjemputnya seperempat jam lagi), Nia sempat mencium pipiku dan meremas kemaluanku dari balik celanaku, tersenyum memandangku dan berkata, “Ray, kita akan bersahabat




















