”Plakkk….” sebuah tamparan keras melayang ke arah pipi mulus Deswita. Bokep mom ”Ya udah sekarang kamu ikut Bambang yah, biar dia yang kasih tahu tugas-tugas kamu sama tempat kamu tidur.” kata Deswita sambil berbalik menuju ke dalam rumah. ”Mama tahu Hpku dimana ?” tanya Ferry kesal. ”Ah kampret si Bambang.” gerutu Paijo sambil meletakkan hpnya. ”Ahhhh……sssshhhh……udah….jangan….banya k….bacot….akhhhh……genjot…..yang….cepet …ba….bajingan.” ujar Deswita tersengal-sengal. ”Ini….Papa…lagi dipijat…auwwhh.” balas Ferry. ”Baik pak kalau bapak memang mau saya pergi maka saya akan pergi tapi ijinkan saya membereskan barang-barang saya.” Paijo meminta ijin. Sampai mereka berhenti di sebuah perempatan yang cukup ramai dan lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, Bambang berhenti sebentar sambil membuka kaca helmnya. ”Ih takut, tapi sun dulu donk, Muuuaaachh.” kata sang Bencong sambil mengambil keesempatan dalam kesempitan mencium pipi si Bambang, terus berlari meninggalkan 2 sekawan itu yang masih dipandangi oleh orang-orang di perempatan. ”Oh ini toh teman kamu yang mau kerja disini Bang ?” tanya




















