Mas Agus menerimanya dan meletakkan semuanya di atas kasur. Bokep mama Nggak mau..!” ujarku sambil membalikkan tubuhku. Mas Agus menerimanya dan meletakkan semuanya di atas kasur. Jangan.. Tapi janji.. Kulihat di depanku tertumpuk sejumlah uang pecahan seratus ribu. “Bentar Bu, lagi mandi.” teriakku dari dalam kamar mandi.Kupercepat mandiku, kubilas seluruh busa-busa sabun yang menempel di badan hingga bersih, kemudian kuambil handuk dan kukeringkan di tubuhku. Tapi dalam hening malam itu, aku terusik oleh sesuatu. “Mas Agus pegal-pegal nih, kamu pijitin sebentar yah!” pintanya. Langsung kutarik naik CD dan celanaku cepat lalu beranjak pergi.Aku baru sampai di depan pintu kamarku ketika kurasa tangan itu menahanku dari belakang. “Sebentar yah!” Mas Agus beranjak dari ranjang menuju pintu kamar kemudian menguncinya.




















