Biar bagaimana saya masih punya rasa kasihan. Bokep mom Tapi tidak ada reaksi. Tapi tidak ada reaksi apa-apa. Saya menjadi iba. Tidak ada yang luar biasa. Tinggi semampai, ramah, periang. Tak tega saya. Benar-benar baru kali ini saya liat tetek sebesar ini. Saya menjadi iba. Sri menggelinjang. Anak saya kelihatan senang. Reaksi saudara-saudara istri saya negatif. Saya menduga keberatan itu karena ibu khawatir akan terjadi sesuatu antara menatunya dengan Sri. Sri mencoba menengkan dengan menepuk-nepuk punggungnya. Sesekali melirik ke arah TV. Meskipun tercium aroma yang tidak enak, saya tidak mempedulikan. Tersentuh dagihg kenyal. Saya sibakkan bibir memeknya. Tak ada rekasi. Saya tak punya banyak teman wanita kecuali teman sekantor, dan beberapa teman dunia maya. Haus rasanya. Tapi nafsu telah menguasai kami.“Saya ciumin saja ya?” Dia mengangguk-angguk.Saya membalikkan tubuh saya, mengangkat kedua pahanya yang padat. Memeknya disinari cahaya TV. Tinggi semampai, ramah, periang. Dua bulan sejak dia ikut kami, saya sudah mulai punya pikiran




















