“Ayo bugil. Bokep mom Bagaimana kalau kami bikin gambar erotis”, dirinya bersemangat. Sementara aku semakin memotret adegan demi adegan. Kupasang lagi kamera dan kugambar mobil itu, dan aku bisa nomor mobilnya.Sebab ada gambar-gambar mesum diantara gambar kupu-kupu, malam hari aku ke rumah kawan yang punya toko cuci cetak film. “Aku telah bugil juga nih, semakin bagaimana?”, tanyanya semacam tidak sabar. Tia meninju pundakku,
“Awas ya!”, katanya sambil ikut tertawa. Untuk menjaga kerahasiaan, Tia minta proses cuci cetak diperbuat bersama. Lalu dirinya mencetak kedua gambar itu sekali lagi, dan diberbagi kepadaku. Menuju suatu rumah yang katanya milik orang tua Tia dan dirinya minta tolong aku memasukkan koper dimobilnya ke dalam rumah. Makin seru nih.. Aku kembali ke kawanku diwarung. Kami mengulanginya 2 kali lagi sampai malam tiba. Paling2 gambar pakai baju minim”, kataku lagi. Lalu aku mencuci cetak dan tidak lupa ucapkan terimakasih sambil bayar ongkos.




















