45 menit berlalu, aku merasa semakin tidak nyaman menunggu giliranku di salon. Bokep mama Dalam erangan puncakku, mas Tomy memuntahkan laharnya dalam mulutku. Aku sekali lagi berusaha untuk tampil biasa-biasa saja. Aku menutup mata, mau menangis, namun tak bisa. Aku menutup mata, mau menangis, namun tak bisa. Tiba-tiba suamiku memelukku, dan mencium tengkukku. Aku kesal, marah dan ingin berteriak histeris. Aku mencoba untuk membuang memoriku semalam, namun semakin jelas dalam benakku episode-episode percintaan mereka semalam.Aku pamit kepada mereka, berusaha senyum yang wajar dan meninggalkan rumah. Aku terdampar di pantai kenikmatan yang tak pernah kucapai. Aku memberikan roti yang telah berisi selai kepada suamiku. Perlahan aku menuju dapur, namun begitu akan memasuki ruang tengah, ada suara-suara yang tak asing lagi di telingaku dari ruang keluarga.




















