Reflek kuelus sendiri kemaluanku. Bu Rochim pulang.Serentak kami berdiri. Bokep mom Aku yang masih bocah terus membacanya. Sampai saat ini masih kuingat. Aku ketagihan. Sensasi yang kurasakan bertambah dengan rasa takut ketahuan. Membaca halaman itu. Mana bisa. Kak Tina nafasnya tak teratur saat membaca bagian yang menceritakan permainan cinta Marisa dengan beberapa laki-laki. Sudah bisa dapat anak”. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di pahanya. Besok-besoknya aku tak pernah memiliki kesempatan untuk menggerayangi lemarinya. “Iya Kak”, Jawabku pasrah. Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Sedang Kak Tina ke dapur. Baju kaos itupun tersingkap bagian atasnya, menampakkan dadanya yang kemarin malam aku sentuh. Mukanya yang sedikit hitam bertambah gelap. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Tangan Kak Tinapun tetap meraba pahaku. Aku terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan ludah. Mataku kupejamkan, berpura-pura seperti orang tidur. Mataku kupejamkan, berpura-pura seperti orang tidur. Bolak-balik saja aku di samping Kak Tina.


















