Aku yg kaget, takut dan bingung cuma bisa bengong dan menyesal kenapa pintu gak dikunci sampai tiba2 batangku digigit2 kecil oleh Isabell.“mmmmffh… enak Bell.. Bokep Hot sori bgt!” cerocosku cepat sambil menarik handle pintu, tapi tiba-tiba aku berubah pikiran.Hujan lebat dan berisik sekali diluar sana, buktinya si mbok aja gak bisa denger jeritan Isabell tadi, apa salahnya kalau aku coba berbuat nakal.. sssh…..” rintihnya
“mmmhh…. yes.. Mulutku terus bergulir kebawah sambil menyapu tubuhnya dengan jilatan sampai akhirnya aku berhadapan dengan miss cheerful-nya.Aku intip sedikit, Isabell pura-pura tak melihatku, ia palingkan wajah ke samping tapi terlihat jelas ia sedang menanti2kan apa yg ingin segera kulakukan. Tak berapa lama pintu kamar terbuka lagi. Gerakan demi gerakan, Isabell semakin binal.. Kedua kakiku kutekuk sedikit sebagai kuda-kuda. tadinya aku berniat memperkosa dengan menanggung segala akibat, ternyata gadis manis ini malah minta lagi.“Sayang, kamu udah pernah pegang ****** cowok blom?” tanyaku.




















