Belum ada satupun yang kuistimewakan dalam hatiku. Kami mendapat tempat duduk pada baris ke-3 dari layar bioskop itu. Bokep Korea Lantainyapun terdiri dari belahan-belahan bambu yang tingginya sekitar satu meter dari tanah, sehingga orang bisa masuk ke kolomnya. Harapku dalam hati.“Bagaimana Kak Dit, nggak keberatan ngantarku. Tapi aku belum bisa pastikan, sebab siapa tahu rumah kostku itu masih kosong. “Silahkan, kami baru aja makan di rumah, biar aku nonton di sini aja. Untung tidak ada orang lain yang memperhatikan sikapku itu.“Maaf Kak, Aku agak terlena dan rasanya ngantuk. Aku lalu numpang di rumah salah seorang keluarga yang kebetulan pimpinan salah satu instansi di kota itu. Hanya saja, getaran jantung “dag dig dug” selalu mengganggu pikiranku.




















