“Don’t miss him?”
“Ngapain lagi?” aku tertawa ngakak. Bokep mama Ini bukan hanya terjadi sekali ini saja. Kan masih polos waktu itu.”Dia membelokkan mobilnya kearah yang tidak seharusnya jika hendak mengantarku pulang.“Lalu, sekarang gimana nih kalian berdua. Dan sesaat kemudian, ia sudah duduk diatas pangkuanku. “Kita dimana nih?”Fung beringsut mendekat. Beberapa kali di kamar kostku, di toilet restoran tempat kami singgah untuk makan malam, di closed-cyber yang biasa kami kunjungi. Aku mencair secepat lilin dihadapan nyala api didekatnya. Tubuhku gemetaran tidak keruan, dan sesaat kemudian aku merasakan menelan sesuatu yang asin dan bibirku terasa perih. Sementara Fung mungkin menyesali apa yang dilakukannya, aku lebih memikirkan mengapa aku sebegitu lemahnya jika berhadapan dengannya. Kami menjadi lebih sering keluar hanya berdua saja. Lidahnya meliuk-liuk piawai. “A-aku..” aku tidak bisa memberikan alasan.




















