“Ke mana..”, aku balik bertanya. Tanganku kembali meremasi bukit kecil kenyal itu sambil secara bertahap mencopoti kancing kemejanya. Bokep mom Syukurlah. Kadang bibirnya berperan sebagai “bibir” bawahnya, menjepit sambil naik-turun. Okey, mendadak aku ada ide untuk melepaskan ketegangan selepas-lepasnya tanpa terpecah konsentrasi. Sampai di perempatan aku harus ambil keputusan mau ke mana? Tentang waktu ini menjadi masalah. Dari jalan raya kubelokkan mobilku masuk ke lorong jalan khusus ke hotel Kh. Kepalanya naik turun di pangkuanku. “Ayolah.., Sar, sebentar aja, sekali aja..”. “Uuhh” Sari melepaskan kulumannya, “Crot..”, kedua dan seterusnya ke celana dan perutku. Tempat ini memang biasa macet. “Mama tadi pesan”. Celaka, noda yang di celana tak bisa hilang. “Belum ada.., ayo sebentar aja”. Kali ini gerakan kepalanya memang cepat.














