Pipit.. Bokep mom 3 bulan aku jalani dengan biasa saja. Luar biasa benar kamu Mas..” bisiknya.. Tungguin sebentar ya..”
Aku tidak jadi menstater dan sambil membuka pintu mobil aku tersenyum karena inilah saatnya aku bisa puas mengenal si Pipit. Sebaliknya Pipit juga demikian. Sambil ngobrol ngalor-ngidul aku antar dia sampai dirumahnya yang memang agak jauh dari pasar tempat dia berjualan kain-kain dan baju. Pipit masuk ke ruangan dalam mungkin ambil air atau apa, aku diruangan depan. Mengerang panjang sambil tangannya menjambak rambutku.. Aku dekatkan bibirku hingga menyentuh bibirnya. Tanganku mendekap tubuhku sambil kugoyangkan dengan maksud sambil menggesek buah dadanya yang mepet erat dengan tubuhku. Begitulah akhirnya kami sering bertemu dan menikmati hari-hari indah menjelang keberangkatan Pipit ke Malaysia.




















