Semua masalah besar itu seolah menghantuinya hingga ia terbebani, tidak ada support dari siapapun, sehingga usia mudanya ia habiskan hanya ke diskotik untuk membuang beban-beban pikirannya.***
“Gue kenal Yesi di diskotik”, cerita Florensia. Kamera terus disorot hingga Fahmi dan Guntur mulai melepaskan bra dan celana dalam yang masih dipakai Karen.Karen ingin menolak, namun badannya tidak bisa digerakkan, bagaikan obat bius, dia hanya bisa melihat dan menangis, tanpa bisa berteriak.Terpampang sudah tubuh indah Karen, bukan hanya di depan Fahmi, Guntur, Yesi dan Florensia, melainkan di depan kamera yang entah ke depannya akan ditonton orang banyak atau hanya sekedar privasi saja.Mata Karen mulai meneteskan air mata. Bokep mom “Selamat bergabung”, ucap Florensia. Guntur menahannya agar bisa lebih lama menikmati Karen, sehingga ia memberikan posisinya kini kepada Fahmi.Fahmi langsung saja melanjutkan aksi Guntur barusan. Ia terus menangis di sepanjang jalan. “Hmm, agak capek sih, mungkin gara-gara capek kali ya?”, jawab Karen.




















