Kumasukkan beberapa centi lagi.“Hentikan, ini sakit!” erang Vita. “Teganya aku? Bokep mama Ciuman keduanya sangat lama dan juga basah, tapi saat akhirnya selesai Erina kembali komplain.“Wanita jalang!” teriaknya, yang sebenarnya hanya terkejut oleh aksi Vita barusan. Segera saja aku menyadari ada sesuatu yang berubah. Ketakutan terbesarku adalah jika Vita sudah tidak mencintaiku lagi. Sodomi aku!” teriak Vita. Ini berlangsung untuk beberapa saat lamanya hingga akhirnya dia dapat mengendalikan diri.“Aku rasa aku tak akan bisa memaafkan Bob,” akhirnya dia berkata.“Erina, apa kamu benar-benar ingin berpisah dengan Bob?” tanyaku. Sejenak dia ragu sebelum akhirnya menggelengkan kepala.“Tapi aku tak bisa membiarkan begitu saja perbuatannya,” jawabnya lirih.“Ayo kita ambil minum dulu,” tawarku. Aku masih belum merasa mabuk, tapi rasa sakit di hati sedikit terasa hilang.Erina keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arahku. Akhirnya dia menatapku begitu acara makan kita selesai.“Jadi, apakah kita semua baik-baik saja?” nada bicaranya terdengar nervous. Kami berdua meneruskan melihat rekaman video tersebut




















