Felia nampak menikmati tubuhnya digerayangi mereka, ia bahkan sempat melirik ke kamera dan tersenyum nakal. Disinilah bentuk tekanan pria biadab ini padaku.“Gak usah malu-malu gitu manis, yang kaya gini biasa kok, semua karyawati cantik di sini udah pernah ginian sama saya!” katanya dekat telingaku, “termasuk Helen, temanmu itu hehehe…”“Pak…tolong lepasin saya…jangan kaya gini, saya mohon” aku mengiba padanya agar dia tidak melanjutkan aksi bejatnya sekaligus terhenyak mendengar bahwa Helen ternyata juga salah satu korban si botak tak tahu diri ini.Namun pria itu hanya tersenyum, sebuah senyum yang membuatku makin muak.“Apa nya yang mau di lepasin?? Bokep Montok Pesta itu mulai liar dan berubah menjadi pesta seks, orang-orang yang bercengkerama mulai duduk merapat, saling raba, dan saling bercumbu dengan pasangan masing-masing. “memek siapa lonte? enak kan peju saya?” tanyanya dengan gaya melecehkan, sementara aku mengap-mengap mengambil udara segara setelah penisnya lepas dari mulutku. Aku gelagapan dan hanya punya satu pilihan agar tidak tersedak sehingga




















