“Ada apa Lex?”
“Liat cewe sebelah kananmu, tempat duduk paling ujung !”
“Iya, kenapa Lex?”, tanyaku setelah melihat seorang wanita bertubuh sintal, berbaju rapi bercelana jeans ketat. Video bokep mom Lina membalikkan tubuhnya, rambutku dijambak, ditarik ke arah vaginanya. Perlahan kuputar, kuaduk, kukocok dengan pelan nan mersa.Lambat laun Lina mulai mengikuti irama yang kumainkan. Karena aku tidak mau dimasukkan ke daftar gosipnya, aku tantangin biar dia ke kamarku. Kupikir ada baiknya melepaskan ketegangan, karena besok hari terakhir di Ambon (setelah itu aku belum pernah ke Ambon lagi hingga sekarang Ambon dilanda tragedi)Di tempat karaoke, aku datangi bartender yang juga merangkap petugas hotel. “Halo..?”, suaranya menyadarkanku. Lina mencengkram kepalaku dengan kuat, sesekali kusedot-sedot lalu jilat, ambil nafas. Memang aku nggak good looking amat, cuma kalau sudah nggak kuat nahan apa mau di kata, begitulah kira-kira opininya di satu kesempatan kami berdua.Malam itu, pukul tujuh, Yuni menelepon, katanya ingin ngobrol.




















