Aku jadi semakin berani. Bokep mama Ia ingin agar aku mengeditnya, supaya bahasanya lebih tertib. Tak mau peduli soal cewek.Padahal aku seperti kehilangan gairah dengan teman-teman cewek sebayaku. Bahkan aku sangsi apakah kepuasan dan kenikmatan yang sering kudapatkan darinya bisa kudapatkan dari wanita lain.Entahlah. Ia ingin agar aku mengeditnya, supaya bahasanya lebih tertib. Karena aku yakin mereka tidak akan bisa diperlakukan semaunya seperti Mbak Ning. Hal itu membuatku merasa semakin dikasih hati. Sebelum dia pulang, masih sempat ia memberikan sepucuk surat padaku yang isinya,Den Toni yang baik,Maafkan saya ya, karena saya diam-diam merahasiakan bahwa selama ini saya sering gelisah sendiri. Tapi aku tak punya gairah untuk mencari pacar. Bukankah ia milik ayah kandungku?Entahlah. Teman-teman seangkatanku mulai nyari pacar masing-masing. Aku sering berusaha menindas perasaan yang bukan-bukan ini dengan mencurahkan perhatian kepada pelajaran sekolah. Maka ketika Mama membisiki aku, Kamu pernah begituan sama cewek? Selain daripada itu, saya juga takut hamil, Den.




















