Kamu berhasil memuaskanku..” Pujian yang tulus. Bokeb Kesempatan untuk memegang tangannya.“Jangan.. Lama kelamaan suaranya makin keras.“Come on, Boy.. Perih tau!” teriak Felicia. Aku tersenyum. Wah, kebetulan. Licin dan tidak bisa berbaring. Aku duduk sedangkan Felicia berdiri membelakangiku. Tit.. dia clientku. Felicia ternyata bermain sangat aman. Perlahan ujung lidahku mendekati putingnya. Aku memberinya stimuli ringan. Kalau mau marah ya aku terima saja. Suaranya memang sangat jazzy. Dekat sekali. Ugh.. Kulihat Felicia bisa mengerti. Sudah jam 2 pagi. Sesexy penampilanmu” kataku terus terang. Aku melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya. Menggosok-gosoknya dengan jariku.“Agh..” kudengar rintihan Felicia. Entahlah. Aku berusaha keras membuatnya merasakan kenikmatan. Kalau hamil gimana, pikirku.“Aman, Boy. Dia tidak menolak.“Ya.. Sambil melakukannya, badannya bergoyang-goyang seakan-akan dia sedang menari dan menikmati musik.




















