Sesekali ia menyeruput secangkir kopi yang ada di atas meja.“Oh begitu ya. Bokep Crot Bisa-bisa jatuh masuk got itu,” katanya seraya melepaskan saya dari pelukannya. Tubuh saya melemas, tulang-tulang ini terasa terlepas.Saya lihat Pak Budi menjilati rembesan yang mengalir dari vagina. Dengan sedikit sentakan, maka muncratlah. Namun, pria itu marah-marah. Ia makin mendekat.“Bagaimana caranya?” tanya saya bingung.“Mudah-mudahan saya bisa bantu. Saya berasa bersalah dengan Reinaldo.“Ini dilepas saja,” katanya sambil menarik CD saya. Saya pun kaget dan berusaha mengelak. Saya merasakan bibir vagina saya pun sudah basah. Saya melihat gerakannya dengan nafas tertahan. Berjalan dengan lambat. Datanglah ke rumah. Datang hanya untuk bercerita. Kecil. Saya ini polisi!” bentak pria berkulit hitam itu pada suami saya.Mungkin karena merasa bersalah atau takut dengan gertakan pria yang mengaku sebagai polisi itu, suami saya segera menyerahkan surat kendaraan dan SIM-nya.




















