Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Bokep mama “Iya, Tante. Lidya hanya diam saja. “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. Tak ada yg istimewa. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Aku tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. “Sudah jangan banyak tanya. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. diberi sama Mas Herlambang”, sahutku bangga. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Apalagi sampai jatuh cinta. Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Padahal tadi Lidya yang merangsang sudah hampir membawaku mendaki ke puncak kenikmatan Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku.




















