Segera kubuka mata dan benar saja, Wilona duduk disamping kiriku dengan tubuh yang telanjang, sementara Salsa yang juga sudah telanjang mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu meja sehingga suasana agak sedikit gelap.“Nah kalo gini kan jadi romantis suasananya” katanya.Benar-benar kaget bercampur terangsang aku saat itu, aku baru pertama kalinya melihat mereka telanjang. Tiba-tiba kami dikejutkan dengan 2 preman yang menghalangi jalan kami.“Woi kalian, tunggu dulu kalo mau lewat serahin dulu duit yang kalian punya, cepat!” kata preman yang berbadan besar.“Wah bawa cewek juga nih, cantik lagi, eh cewek nya mau main sama kita nggak?” timpal preman yang muka nya sangar.Aku segera bergerak menepis tangan si preman ketika hendak mengelus pipi Wilona yang terlihat ketakutan.“Hei.. Bokep mama sakiit” jeritnya.Sebab dia bilang sih kuhujamkan sekuat tenaga sisa batangku yang belum masuk sampai mentok dan kurasakan kepala penisku menghantam dasar vaginanya dengan kuat sehingga tubuhnya tersentak dan matanya membelakak kaget, telapak tanganku sudah kusiapkan di belakang




















