Aku menarik napas sesaat. Bokep mama tapi kamu masih tidur, nyenyak sekali..!” Ia berhenti, tak melanjutkan kata-katanya.Terdengar di ujung sana perempuan itu menarik napas. Tak lama kemudian kami mengakhiri pembicaraan itu, setelah sebelumnya Linda menegurku, dengan suara bernada keras. Aku terbatuk kecil. Tangannya pun mulai mengusap-usap kedua bola zakarku, dipermainkannya lembut sambil sesekali digelitiknya dengan kuku-kuku jarinya yang panjang. Mungkin akibat pertarungan cinta yang berlangsung dasyat tadi malam. “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. “Nggak masalah kok, Lin.. Jam dinding kamar itu sudah menunjukan pukul duabelas kurang sedikit. kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana. Aku berada di ambang puncak sampai beberapa detik kemudian, “Yeaahh..!” Aku memuntahkan lava putih yang mengental di dalam mulutnya.




















